Peningkatan Nilai Tambah Kopi Arabika sebagai Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Berbasis Agrowisata di Kintamani
Keywords:
Kopi Arabika, Nilai tambah, Destinasi Wisata, Kintamani, AgrowisataAbstract
Kopi Arabika merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki peran penting dalam perekonomian dan pengembangan wilayah. Kawasan Kintamani, Kabupaten Bangli, dikenal sebagai sentra produksi kopi Arabika yang memiliki karakteristik khas dan telah memperoleh sertifikat Indikasi Geografis. Namun, pemanfaatan kopi Arabika di Kintamani masih didominasi oleh penjualan dalam bentuk bahan mentah, sehingga nilai tambah yang diperoleh petani dan pelaku usaha relatif rendah. Di sisi lain, Kintamani merupakan destinasi wisata unggulan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui integrasi sektor pertanian dan pariwisata.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan nilai tambah kopi Arabika serta perannya sebagai strategi pengembangan destinasi wisata di Kintamani. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan kombinasi kualitatif dan kuantitatif.. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, kuesioner, dan studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan nilai tambah kopi Arabika dilakukan melalui pengolahan pascapanen, diversifikasi produk, pengemasan dan branding, serta pengembangan wisata kopi berbasis pengalaman. Pengolahan kopi Arabika menghasilkan nilai tambah yang positif dan layak dikembangkan secara ekonomi. Selain itu, peningkatan nilai tambah kopi Arabika berperan dalam meningkatkan daya tarik destinasi wisata, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat lokal. Namun demikian, pengembangan nilai tambah kopi Arabika masih menghadapi kendala berupa keterbatasan modal, teknologi, sumber daya manusia, serta pemasaran.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peningkatan nilai tambah kopi Arabika merupakan strategi yang efektif dalam mendukung pengembangan destinasi wisata Kintamani secara berkelanjutan.References
Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik Perkebunan Indonesia: Kopi. Jakarta: BPS.
Damanik, J., & Weber, H. F. (2006). Perencanaan Ekowisata: Dari Teori ke Aplikasi. Yogyakarta: Andi.
Rangkuti, F. (2016). Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Soekartawi. (2002). Agribisnis: Teori dan Aplikasinya. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Pitana, I G., & Diarta, I K. S. (2009). Pengantar Ilmu Pariwisata. Yogyakarta: Andi.
Porter, M. E. (1990). The Competitive Advantage of Nations. New York: Free Press.
Yoeti, O. A. (2008). Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta: Pradnya Paramita.