Kritik Budaya Akademik Sekolah: Tinjauan Kritis atas Pemikiran Paulo Freire & Neil Postman tentang Pendidikan Formal yang Demokratis

Authors

  • Maulana Malik Ibrahim Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
  • Berliana Dian Permatasari Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
  • Achmad Robi Afrilihadi Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
  • Muhammad Japar Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
  • Yuyus Kardiman Universitas Negeri Jakarta, Indonesia

Keywords:

Pendidikan Formal, Peserta Didik, Kritis, Kebebasan

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai kritik budaya akademik sekolah tentang pendidikan formal yang demokratis. Pendidikan formal (re: sekolah) yang mensyaratkan sebuah hubungan relasi guru-peserta didik perlu dikritisi secara mendalam melalui tinjauan kritis pemikiran Paulo Freire dan Neil Postman. Domestikasi yang terjadi antara guru-peserta didik menjadi sumber kritik yang disasar oleh pendidikan kritis. Konteks ini berlaku bahwa pendidikan seharusnya lebih mengembangkan nilai-nilai kebebasan dan kritisisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan literatur atau pustaka (literature review) dengan mengelompokkan buku, jurnal, hingga laporan akademis. Analisis data dilakukan secara sistematis menggunakan pendekatan analisis isi kualitatif melalui tahapan open coding untuk mengidentifikasi konsep-konsep kunci, dilanjutkan dengan axial coding untuk mengelompokkan konsep ke dalam kategori tematik, serta selective coding untuk merumuskan tema inti yang merepresentasikan kritik budaya akademik sekolah. Hal ini dilakukan untuk memilah pemikiran-pemikiran yang relevan sesuai dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paulo Freire memiliki kritik budaya akademik sekolah sebagai alternatif gagasan pendidikan formal yang demokratis, meliputi: a). Perbaikan relasi guru-peserta didik lewat orientasi dialogis; b). Penggunaan problem-posing education (metode hadap-masalah). Sementara itu, Neil Postman menekankan kritik terhadap hubungan guru-peserta didik yang tidak terbuka terhadap kebaruan teoretis, dengan menawarkan: a). Re-demokratisasi ruang kelas; b). Pendekatan metode proyek edukasi guru-peserta didik.

References

Aziz, A. A., & Majid, A. N. (2022). Kritik Budaya Moralitas Pendidikan Sekolah Perspektif Neil Postman dan Azyumardi Azra. IQRO: Journal of Islamic Education, 5(1), 33-52.

Dale, J., & Margison. (2010). Paulo Freire: Teaching for Freedom and Transformation. New York: Springer.

Farida, N., & Putra, K. D. (2021). Upaya Menumbuhkan Kemampuan Literasi Kritis oleh Berdikari Book. Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan, 7(1), 51-64.

Foucault, M. (1977). Discipline and Punish: The Birth of the Prison. New York: Vintage.

Freire, P. (1970). Pedagogy of The Opressed. London: The Continum International Publishing Group Ltd.

Freire, P., & Macedo, D. P. (1987). Literacy: Reading the Word and the World. South Hadley: Bergin & Garvey Publisher.

Giroux, H. A. (1993). Border Crossing: A Cultural Workers and the Politics of Education. New York: Routledge.

Giroux, H. A. (2011). On Critical Pedagogy. London: Continuum Publishers.

Graff, G. (2003). Clueless In Academe: How Schooling Obscures the Life of the Mind. New Heaven: Yale University Press.

Illich, I. (1982). Deschooling Society. New York: Harper & Row Publishers.

Kincheloe, J. L. (2005). Critical Pedagogy. New York: Peter Lang.

Kwirinus, D., Pandor, P., & Yuniarto, P. (2024). Technology as a Means of Human Liberation in the Perspective of Herbert Marcuse. International Journal of Indonesian Philosophy & Theology, 5(2), 72-80.

Mones, A. Y., Masitoh, S., & Nursalim, M. (2022). Merdeka Belajar: Sebuah Legitimasi terhadap Kebebasan dan Transformasi Pendidikan (Sebuah Tinjauan Pedagogi Kritis menurut Paulo Freire. Jurnal Yaqzhan, 8(2), 302-311.

Nugroho, A. E., Wibowo, D., & Hendrawan, B. (2024). Paulo Freire ’s Critical Pedagogy Analysis of Educational Transformation. Majority Science Journal, 2(2), 220-228.

Nur, M. C. (2024). Educational Reconstruction: A Study of Paulo Freire's Thought. ETDC: Indonesian Journal of Research and Educational Review, 3(2), 13-21.

Nuryatno, M. A. (2008). Mazhab Pendidikan Kritis. Yogyakarta: Resist Book.

Nuryatno, M. A. (2017). Kritik Budaya Akademik di Pendidikan Tinggi. The Journal of Society & Media, 1(1), 35-42.

Patria, N., & Arief, A. (2003). Antonio Gramsci: Negara dan Hegemoni. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Pongoh, D., Lumapow, H. R., Lengkong, J. S., Rotty, V. N., & Tuerah, I. J. (2022). Sumbangan Pemikiran Filsafat Pendidikan Paulo Freire Bagi Sistem Pendidikan Tinggi Indonesia. Media: Jurnal Filsafat dan Teknologi, 3(1), 103-115.

Postman, N. (2024). The End of Education: Redefinisi Nilai-Nilai Sekolah. Yogyakarta: Octopus.

Postman, N., & Weingartner, C. (1971). Teaching As a Subversive Activity. London: Delta Publishing.

Putera Semadi, A. A. G. (2018). Pendidikan Kritis Berdimensi Ideologis Kultural. Jurnal Kajian Pendidikan Widya Accarya FKIP Universitas Dwijendra, 9(1), 1-8. Jurnal Kajian Pendidikan Widya Accarya FKIP Universitas Dwijendra, 13(2), 209-223.

Putera Semadi, A. A. G. (2022). Paradigma Pendidikan Kritis dalam Dimensi Kesadaran Kritis dan Proses Dialogis Kritis.

Rich, J. M. (1976). What is A School? The Journal of Educational Thought, 10(2), 119-125.

Siswadi, G. A. (2023). Telaah atas Pemikiran Henry Armand Giroux tentang Pedagogi Kritis dan Relavansinya dengan Pengembangan Sistem Pendidikan di Indonesia. Maha Widya Bhuwan, 6(1), 22-33.

Sudirman, P. (2019). Pedagogi Kritis: Sejarah, Perkembangan, dan Pemikiran (Tinjauan Paulo Freire). Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan, 4(2), 63-72.

Tempo, T. (2025, Mei 6). 6 Kriteria Anak Nakal Dikirim ke Barak Militer. Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia.

Tim Redaksi Kompas. (2025, Mei 5). "Barak Militer untuk Siswa" Dinilai jadi Bukti Kegagalan Kemendikdasmen. Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia.

Tim Tempo. (2025, Mei 7). Cocokkah Barak Militer menjadi Tempat Pendidikan Anak? Lembang, Jawa Barat, Indonesia.

Yulianto, S. W. (2017). Perbedaan dan Persinggungan Pedagogi Kritis dengan Berpikir Kritis. Jurnal Biormatika, 3(2), 1-7.

Yuliato, S. M., Musthafa, B., & Gustine, G. G. (2024). Practicing Critical Pedagogy for Higher Education in EFL Context: Benefits and Challenges. Journal of English Language Teaching in Indonesia, 12(2), 189-204.

Zed, M. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Nasional.

Zhuang, Y. (2022). On the Educational Value of Technology in the 21st Century. International Journal of Management and Education in Human Development, 1(2), 165-168.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Maulana Malik Ibrahim, Berliana Dian Permatasari, Achmad Robi Afrilihadi, Muhammad Japar, & Yuyus Kardiman. (2026). Kritik Budaya Akademik Sekolah: Tinjauan Kritis atas Pemikiran Paulo Freire & Neil Postman tentang Pendidikan Formal yang Demokratis. Widya Accarya, 17(1), 1–10. Retrieved from https://ejournal.undwi.ac.id/widyaaccarya/article/view/1680

Citation Check