IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI PERGURUAN TINGGI

  • Ida Bagus Rai Universitas Dwijendra

Abstract

Pendidikan karakter dalam konteks mikro, berpusat pada satuan pendidikan. Satuan pendidikan merupakan sarana utama yang secara optimal memanfaatkan dan memberdayakan semua lingkungan belajar yang ada untuk menginisiasi, memperbaiki, menguatkan, dan menyempurnakan secara terus-menerus proses pendidikan karakter di kampus.Pendidikan karakter mutlak diperlukan dan dilaksanakan di perguruan tinggi. Ini tidak saja penting sebagai langkah kuratif terhadap gejala demoralisasi dan patologi sosial di masyarakat, tetapi juga sebagai langkah preventif dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya atau pembentukan warga negara Indonesia yang baik yang mencerminkan karakter kehidupan berbangsa. Untuk kepentingan ini Pendidikan Karakter di perguruan tinggi perlu menggunakan Pancasila sebagai dasar filosofis atau ideologis pelaksanaannya. Penggunaan Pancasila sebagai landasan filosofis dan ideologis pendidikan karakter akan mampu memberi arah pada sistem pengetahuan yang akan dibangun, sistem nilai-nilai yang akan dibina dan dikembangkan, dasar bagi pengembangan kompetensi yang akan mencerminkan karakter manusia Indonesia yang akan dibentuk, dan bagaimana pembentukan karakter manusia Indonesia seutuhnya akan dijalankan.Pendidikan karakter di perguruan tinggi dapat diimplementasikan sebagai berikut 1) Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yakni dengan mengintegrasikan dalam kegiatan belajar mengajar melalui berbagai mata kuliah  baik secara parsial maupun terpadu dalam kelompok tertentu, 2) Pelaksanaan kegiatan  pembiasaan keseharian yang berada di kampus, melalui pengembangan budaya/kultur kampus untuk pengembangan pendidikan karakter, 3) Pelaksanaan ekstrakurikuler dengan mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti pendidikan kepramukaan, olah raga, seni, keagaamaan, dan lain-lain, 4) Kegiatan pembiasaan keseharian di kampus dan rumah dilakukan dengan memberdayakan dukungan orangtua dan masyarakat.
Published
2016-12-28