STRATEGI PEMASARAN PRODUK POLARD PADA KOPERASI KDSD DWI TUNGGAL TIRTA SARI, KECAMATAN TEJAKULA, KABUPATEN BULELENG

  • I Gede Sedana Universitas Dwijendra

Abstract

Pengembangan ternak babi semakin meningkat seiring dengan pelaksanaan proyek SDIABKA (Sustainable Development of Irrigated Agriculture in Buleleng and Karangasem) sejak tahun 2003 yang didanai melalui "grant" (dana hibah) dari Komisi Eropa. Pesatnya  pengembangan temak babi mengakibatkan kebutuhan akan pakan ternak babi, khususnya polard juga semakin meningkat. Guna mengantisipasi permintaan tersebut, pihak proyek mendorong dan memfasilitasi terbentuknya koperasi tani, yaitu Koperasi KPSP Dwi Tunggal Tirta Sari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (i) menentukan segmentasi pasar, pasar sasaran dan penentuan posisi produk, yaitu produk polard dari koperasi; dan (ii) merencanakan bayran pemasaran produk polard oleh koperasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koperasi KPSP Dwi Tunggal Tirta Sari telah dapat menyusun segmentasi pasar, pasar sasaran dan penentuan posisi. Bauran pemasaran yang diperhatikan adalah meliputi 4 (empat) P, yaitu product (produk); price (harga); Place (distribusi) dan promotion (promosi). Berdasarkan pada hasil tersebut, dapat disarankan bahwa Koperasi OSP Dwi Tunggal Tirta Sari di dalam memasarkan produknya, yaitu Polard Semarang perlu memperhatikan beberapa aspek, di antaranya adalah (i) sistem transportasi; (ii) sistem penyimpanan; dan (iii) pilihan saluran distribusi. Kegiatan promosi dengan cara mengkombinasikan berbagai teknik seperti periklanan, personal selling, publisitas, hubungan masyarakat dan promosi penjualan.
Published
2016-12-28